Notes - Lesah

pagi terasa indah, kicau burung bersaut sautan didepan rumahku namun sayang indahnya pagi tidak sama seperti indahnya kenyataan. kenyataan yang ku inginkan mungkin berbeda dari apa yang telah aku harapkan, namun aku masih tetap dan tetap berada di posisi dimana aku masih menjadi peran ke sekian. entah aku yang berlebihan atau dia yang bodoh?

waktu demi waktu terus berjalan, hari demi hari tetap aku lewati. kisah lesahku ini kadang membuatku bodoh, mungkin sudah waktunya berhenti tapi hati masih pada sesuatu yang tidak meyakinkan meskipun omong kosong selalu terurai lewat telingaku. tapi satu hal yang membuatku menyesalinya, mengapa aku bisa jatuh terlalu cepat sementara dia hanya terus mencoba meyakinkanku meskipun tak ada satupun pertanda dia mencintaiku. aku terlalu aneh untuk sesuatu yang sakral, contohnya hati

  • Share:

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT